Ketika Akhwat
Dikutip dari cerita seorang AKHWAT
Assalamu’alaikum warahmatullah wabaraokatuh
saya ingin
berbagi cerita semoga ini menjadi sebuah renungan bagi akhwat lain, bukan
maksud ingin menyindir sesorang tapi ini aalah sebuah pelajaran untuk kita
semua bukan hanya untuk seorang akhwat tapi juga bagi para laki laki atau
ikhwan.
Jadi, ceritanya seperti ini, suatu
hari saat aku masih duduk di bangku sekolah menengah aku memiliki seoang sahabat, dia begitu akrab
denganku dan sampai sampai dia sering menceritakan kalau dia sedang menyukai
seseorang kepadaku, dia juga sering memerintahku untuk menanyakan kabar tentang
orang yang ia sukai itu. Diantara kami tak pernah ada rasa sedikitpun sampai
kami lulus sekolah menengah pertama dan itu masih berjalan seperti apa adanya .
Kemudian kami sama sama memesuki sekolah menengah kejuruan yang sama, awalnya
kami masih seperti semula ketika bertemu kami saling meyapa dan masih sama
seperti kami saat dudukdi bangku sekolah menengah pertama.
Ceritanya berbeda lagi, kemudian aku
masuk sebuah ekstrakulikuler bernama Kerohanian Islam, disini aku tau batasan
batasan yang harus aku jaga ketika aku bergaul dengan lawan jenis dan aku tahu
kalau temanku yang satu ini adalah laki laki . Dari sini aku mulai menjaga
jarak , benar benar menjaga jarak hingga kami betemu pun paling hanya menyapa
dan biasa saja tak pernah ada apa apa. Hingga hari hari beberapa tahun berlalu
kami masih satu sekolah, bedanya kami tak satu juusan sehingga intensitas
komunikasi kami pun berkurang serta hampir tak pernah bicara sedekat ketika
kami masih di bangku sekolah menengah pertama. Itu bertahan hamper tiga tahun,
dan masih seperti itu. Hingga….. suatu saat kami jadi sering berkomunikasi
lewat media social . Awalnya aku pikir kami berkomunikasi layaknya teman biasa
dan akupun menyemangati dia, tapi entah apa yang dipikirkannya mungkin dia
beranggapan ain tentang kata kataku.
Suatu saat dia mengirim sebuah audio
music berjudul cinta terbaik kepadaku, awalnya mungkin aku anggap dia hanya
bercanda saja karena dia yang kuau juga orang yang ska bercanda dan begitu
konyol. Aku awalnya benarbenra tak percaya, dan sempat berpikir kalau
handphonenya di bajak oleh seorang teman atau mungkin apalah yang membuat dia
menjadi aneh dan tak seperti biasanya. Kemudian saat itu juga dia menyatakan
perasaan kpadaku, Aku sungguh kaget dan tak tau harus mengatakan apa, dan dia
juga tak seperti biasanya.
Higga berhari hari aku memikikan
ini, dan ini waktu mendekati ujian nasionalku,aku takut semua ini akan
mengacaukan semuanya. Dan akhirnya aku mengaakan kepadanya focus saja pada
mimpi mimpi ebesarmu,karena ini akan menjadi kerikil kerikil kecil yang akan
menjadi penghalangmu untuk meraih kesuksesan dimasa depan. JIka kau memang
serius tak perlu ada ikatan apapun diantara kita , yang perlu adalah kita
saling mengikhlaskan saja sperti lagunya ANANDIO DWIS yang berjudul MENCINTAI
KEHILANGAN, suatu saat kau kan datang kepadaku dengan keyainanmu untuk meminang
seperti lagunya ANANDITO DWIS yang berjudul PERNIKAHAN IMPIAN.
Semenjak kejadian itu, antara aku
adan dia menjadi begitu canggung. Bertemu pun sekarang hanya sekedar lewat
saja, malah aku terkadang ingin kabur jika melihat mu di dekatku atau berada
tidak jauh dariku.
Entah berapa lama ini akan bertahan,
aku tak tau pasti . yang pasti adalah kami setela ini akan memilih kehidupa
yang berbeda beda. SEE YOU NEKT TIME .
Keering,
Sabtu (15 April 2017)

Komentar
Posting Komentar